LeBadiste.fr

Paire de double

Bona SEPTANO et Mohammad AHSAN

Indonésie · Double hommes

Photo de Bona SEPTANO Bona SEPTANO Indonésie

&

153 matchs ensemble

Photo de Mohammad AHSAN Mohammad AHSAN Indonésie
153
Matchsensemble
94
Victoires94-59
61 %
Réussitesur 153 matchs
5
Titressur 8 finales
6
Saisons2007 - 2012

Les Indonésiens Bona SEPTANO et Mohammad AHSAN ont disputé 153 matchs ensemble en double hommes entre 2007 et 2012. Leur bilan s'établit à 94 victoires pour 59 défaites, soit 61 % de réussite. Ils comptent 5 titres pour 8 finales disputées. Leur dernière apparition commune remonte au 2 août 2012, en quarts de finale du tournoi London 2012 Olympic Games, une défaite face à CHUNG Jae Sung et LEE Yong Dae.

Statistiques de carrière

Statistiques de carrière de Bona SEPTANO et Mohammad AHSAN en double hommes
Bilan en trois manches
57 %54 matchs
Remontées
23 %57 matchs
Craquages
15 %94 matchs
Manches serrées
38 %12-20
Score moyen en manche perdue
16,1147 manches
Série en cours
1 défaite
Plus longue série
12 victoires
Écart moyen par manche
+1,3355 manches
2-0 infligés
6135 subis
Durée moyenne
37 minmédiane 34 min
Bilan en moins d’une heure
63 %144 matchs
Points par minute
2,4148 matchs
Demies converties
58 %12 matchs
Finales converties
63 %8 matchs

Bilan par tour en double hommes

Finale 63 % 5-3
Demi-finales 58 % 7-5
Quarts de finale 45 % 13-16
8es de finale 66 % 27-14
16es de finale 72 % 39-15
Tour 3 50 % 1-1
Tour 2 100 % 2-0
Tour 1 0 % 0-2
Qualifications : 8es de finale 0 % 0-3

Par saison en double hommes

SaisonTournoisProfondeur moyenne
201288es de finale
201117Quarts de finale
20109Demi-finales
2009128es de finale
2008118es de finale
20075Quarts de finale

Par nation adverse en double hommes

Malaisie 73 % 22-8
Chine 32 % 8-17
Indonésie 71 % 15-6
Danemark 57 % 8-6
Japon 75 % 9-3

Photos

  • Gantung Raket, Ini Pesan Pasangan Hendra/Ahsan untuk Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025.
Minggu, 26 Jan 2025
BAGIKAN :
Gantung Raket, Ini Pesan Pasangan Hendra/Ahsan untuk Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025.(foto:herry/kemenpora.go.id)
Jakarta: Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025.
Dalam Moment of Honor ini, Hendra dan Ahsan yang telah berpasangan sejak 2012 ini menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung karier mereka. Mulai dari keluarga, PBSI, para pencinta olahraga bulu tangkis, hingga masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan selama ini. 
Keduanya tak bisa menyembunyikan perasaan haru lantaran tidak akan lagi bermain bulu tangkis secara profesional, khususnya di Istora Senayan. 
"Pastinya kami sangat bersyukur dengan dengan pencapaian selama ini. Sekarang waktunya untuk istirahat, berkumpul kembali dengan keluarga," ujar Ahsan. 
Dalam kesempatan itu, The Daddies, julukan Hendra/Ahsan, melakoni pertandingan perpisahan melawan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan pebulu tangkis Korea Selatan (Korsel) Seo Seung-jae. Laga yang diwarnai momen-momen menggelikan dalam suasana santai tersebut dimenangkan Hendra/Ahsan.
“Sebenarnya saya memilih lawan Minions karena di tahun 2019 kita sering final bareng ya, jadi itu akan sangat spesial ya. Cuma kebetulan Gideon-nya tidak bisa, sedang ada acara. Saya hubungi Seo Seung-jae, kebetulan dia masih di sini dan dia bersedia,” beber Hendra.
Diketahui, Hendra pensiun di usianya yang ke-40 tahun, sementara Ahsan gantung raket di usia ke-37 tahun. Beberapa prestasi yang telah diraih pasangan ini di antaranya tiga kali gelar juara dunia pada 2013, 2015, dan 2019, medali emas Asian Games 2014, serta beragam gelar BWF World Tour, termasuk All England.
Sebelum berpasangan dengan Ahsan, Hendra terlebih dahulu berpasangan dengan Markis Kido dan berhasil meraih emas Olimpiade Beijing 2008. Sementara Ahsan sebelumnya berpasangan dengan Bona Septano.
Sepanjang duet mereka, The Daddies dikenal sebagai salah satu ganda putra terbaik dunia. Hal tersebut diakui para pebulu tangkis dunia yang turut memberikan testimoni dalam video yang ditayangkan di Moment of Honor Hendra/Ahsan. Salah satunya Zheng Siwei, mantan pebulu tangkis Tiongkok yang menyebut permainan keduanya begitu indah.
Hendra sendiri mengungkapkan kunci penampilan maksimal The Daddies di lapangan selama ini adalah selalu menjaga kekompakan. Menurutnya, dalam sektor ganda, komunikasi memiliki peran yang penting. Selain kekompakan, disiplin latihan dan saling mengisi satu sama lain juga menjadi kunci kesuksesan mereka. 
Hal tersebut diamini Ahsan. Kata dia, ketika tengah tertekan, mereka akan saling memotivasi satu sama lain.
"Saat lagi tertekan kita coba saling memotivasi. Kalau pukulan saya gagal dia selalu mengingatkan dan menyemangati saya, bukan justru memarahi saya," kenang Ahsan.
Meski telah pensiun, Hendra dan Ahsan mengaku akan berusaha untuk tetap bisa berkontribusi memajukan bulu tangkis Tanah Air. Rencana terdekat keduanya yaitu membuka arena bulu tangkis bersama dengan sponsor mereka.
“Kita ada rencana membuat The Daddies Arena, lapangan bulu tangkis,” sebut Ahsan
Sementara itu Hendra Setiawan berharap sepeninggal mereka akan ada regenerasi ganda putra Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa. Dia pun memberikan pesan kepada para pebulu tangkis Indonesia untuk lebih bekerja ekstra dalam meraih prestasi di tengah persaingan yang kian ketat. 
Diakui, bulu tangkis Indonesia saat ini dalam posisi yang agak menurun. Sementara negara-negara lain justru mulai naik prestasi bulu tangkisnya. “Kita harus introspeksi, apa kekurangan yang harus kita perbaiki,” ujar Hendra.
Dengan kondisi seperti itu, pria asal Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) ini berharap para pebulu tangkis muda Indonesia bisa terus berlatih lebih banyak lagi. Karena untuk menjadi juara saat ini tidaklah mudah.  

“Jadi kalau latihan-latihan biasa saja, saya rasa masih kurang. Jadi harus ekstra lagi,” tegas Hendra. (luk)
    © Ministry of Youth and Sports of Republic of Indonesia · Public domain
  • Selamat! Anthony Ginting Cs Resmi Jadi PNS Kemenpora
Sejumlah atlet bulutangkis resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Mereka adalah mulai dari Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Liliyana Natsir.
Kamis, 10 Nov 2022
BAGIKAN :
Selamat! Anthony Ginting Cs Resmi Jadi PNS Kemenpora
Sejumlah atlet bulutangkis resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Mereka adalah mulai dari Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Liliyana Natsir. (Foto: Instagram/@fajaralfian95)
Jakarta: Sejumlah atlet bulutangkis resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Mereka adalah mulai dari Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Liliyana Natsir. 
Hal tersebut diketahui dalam akun Instagram @fajaralfian95 seperti dilihat pada Kamis (10/11). Selain Fajar, juga ada Hafiz Faizal, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Tantowi Ahmad, serta Greysia Polii. Ada juga atlet wushu Edgar Marvelo dan lainya. 
Dalam kesempatan ini, mereka terlihat mengenakan seragam putih lengkap dengan dasi hitam dan celana hitam. Para atlet tersebut telah melalui pendidikan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Pertahanan (Pusdiklat Tekfunghan). 
Pada unggahannya, Fajar Alfian menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Kemenpora. Setelah menjalani serangkaian proses, mereka akhirnya resmi menjadi PNS pada 2022. 
“Terima kasih banyak untuk pemerintah @kemenpora atas apresiasinya, dari CPNS 2018 dan sekarang sudah resmi menjadi PNS di 2022 lewat pendidikan pelatihan di @pusdiklat_tekfunghan," tulis Fajar sebagaimana dikutip dari Instagramnya.
Fajar juga menyampaikan, karirnya sebagai atlet hingga menjadi PNS adalah buah dari kerja kerasnya. Termasuk juga doa dan dukungan dari keluarga. 
“Sungguh penghargaan yang berarti buat kami sehingga orang tua sekarang mendukung anaknya menjadi olahragawan yang membela bangsa ini yang mempunyai bekal di masa depan,” tambah Fajar. 

Unggahan yang dilakukan Fajar mengundang respons dari penggemar bulutangkis. Mereka mengucap selamat atas capaian prestasi yang telah ditorehkan dari para atlet.(jef)
    © Ministry of Youth and Sports of Republic of Indonesia · Public domain
  • Hendra Setiawan - Mohammad Ahsan at 2013 Axiata Cup
    © TSportsasia · CC BY-SA 3.0

· voir sur Commons

Derniers matchs

Les 5 matchs les plus récents, sur 153 joués ensemble. Les bilans ci-dessus portent, eux, sur la totalité.

Palmarès

Tableau Finales Titres
Double hommes 8 5

Par catégorie de tournoi

Catégorie Bilan Réussite
World Superseries 43-35 55 %
Grand Prix Gold 22-5 81 %
World Superseries Premier 8-10 44 %
International Series 6-5 55 %
Grand Prix 10-0 100 %
BWF Events 2-3 40 %
Grade 1 – Individual Tournaments 3-1 75 %

Saison par saison

2012 53 % 10-9
2011 65 % 31-17
2010 80 % 24-6
2009 56 % 14-11
2008 45 % 9-11
2007 55 % 6-5

À voir aussi

Alertes et installation